Langsung ke konten utama

Kakakku Dari Papua

Aku adalah seorang anak tunggal, tidak memiliki kakak maupun adik.

Namun, Tuhan mengirimkanku kakak rohani yang membantuku menjalani hidup setiap hari.

Namanya Kumala Anastasya Wataha, aku memanggilnya Kak Mala. Dia asli orang Papua dan saat ini dia sudah lulus dari kuliah Kedokteran Universitas Trisakti.

Aku bertemu dengannya di gerejaku, GBI Eben Haezer. Di gereja dia pelayanan Hospitality.

Aku sangat terinspirasi olehnya yang selalu ramah menyapa dan mau mengobrol kepada siapapun. Bahkan dia pernah mengajak obrol penumpang di busway saat perjalanan pulang ke kostnya.

Kak Mala adalah seorang anak rantau, aku mengenalnya sejak 2014. Dia juga ramah kepadaku dan baik seperti kakak kandungku sendiri.

Seperti yang telah ku ceritakan di post sebelumnya, aku mengalami kekacauan dalam hidup di tahun 2015 hingga 2016. Kak Mala adalah orang pertama yang aku ceritakan segala kekacauan hidup dan masa lalu hidupku yang menurutku aku sudah rusak.

Dia tidak menghakimi juga tidak menjauhi diriku yang sudah rusak ini. Dia mengasihiku dan menerimaku apa adanya seperti Tuhan yang sudah mengasihiku dan menerimaku apa adanya.

Oh ya karena Kak Mala seorang calon dokter, aku sering konsultasi dengannya masalah kesehatan. Dia orang pertama yang muncul di benakku saat aku sakit dan aku tak tahu harus minum obat apa dan bagaimana menyembuhkannya.

Ya, aku adalah penderita maag akut. Seringkali maagku kambuh karena aktivitasku yang padat. Sering juga aku berganti merk obat yang sering ku tanyakan pada Kak Mala.

Selama Kak Mala belum jadi Dokter resmi, aku masih bisa konsultasi dengannya secara gratis. Kalo sudah resmi mungkin akan lain cerita. Tapi aku percaya dia adalah wanita yang baik yang mau membantu sesamanya.

Suatu hari ada satu kejadian menurutku ini buruk. Aku dan 2 temanku hendak pergi ke acara Yudisium Kak Mala kira-kira Februari 2018. Temanku bahkan sudah membawa buket bunga sebagai ucapan lulusnya Kak Mala.

Namun sesampainya di kost Kak Mala, kebetulan Kak Mala baru sampai dan memegang sebuah kertas seperti surat.

Kak Mala berkata, "Udah jangan selamatin aku, aku gak lulus." Perkataan tersebut membuatku dan 2 temanku kaget dan turut bersimpati. Saat itu tepat sekali aku mau mengajak temanku belanja make up di Mall Grand Indonesia karena sedang ada Pop-Up Market gitu, ya namanya cewek kalo ada diskonan ya mau aja belanja.

Setelah itu kami mengajak Kak Mala pergi sekaligus menemani aku belanja. Supaya Kak Mala tidak begitu sedih. Karena menurut kami, orang yang sedang berada dalam kegagalan apalagi masalah pendidikan harus didampingi supaya dia tidak melakukan hal yang menyakiti dirinya.

Sepulang dari tempat itu dan ketika aku sudah sampai di rumah, Kak Mala chat ke Line aku untuk berterima kasih karena kehadiran aku dan 2 temanku cukup menghibur dirinya.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, aku melihat Kak Mala seperti biasanya, ceria. Aku tau dia baru saja mengalami kegagalan dalam pendidikan dan harus mengulang mata kuliah dan ujian.

Tapi dia hanya berkata, "Hidup aku gak akan berakhir cuma karena gak lulus tepat waktu. Aku tau Tuhan punya rencana terbaik dalam hidup aku makanya aku di izinkan gak lulus."

Mungkin kalo itu aku, aku sudah menyerah dalam hidup. Yang pada akhirnya Kak Mala lulus tahun ini dengan nilai terbaik.

Kehidupannya sangat menginspirasi diriku untuk selalu ingat kita punya Tuhan jadi gak boleh menyerah walau diberi kegagalan.

Aku bersyukur punya kakak rohani seperti Kak Mala.

Terima kasih bagi yang sudah mau membaca. Tuhan mengasihi kalian!








-Melly Sukmawati Sutedjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kakak Gamaliel dan Audrey Tapiheru "GAC"

Christofer Cornelisha Tapiheru atau yang biasa dikenal dengan nama Christofer Tapiheru adalah seorang anak sulung dan kakak laki-laki dari Ina Tapiheru, Gamaliel Tapiheru dan Audrey Tapiheru. Ganaliel dan Audrey adalah pelantun lagu "Bahagia" dari GAC. Biasa aku memanggilnya Kak Christo. Aku kenal Kak Christo sejak Desember 2014, dimana ia adalah seorang pembina dari komunitas rohani di gerejaku, MASTERplan Youth. Awal kenal Kak Christo, dia orangnya sangat ramah dan aku selalu tersentuh kalau dia sedang kotbah. Dengan kata-kata yang menyentuh perasaan dan menyayat hati juga. Dibawakan dengan ciri khasnya yang kotbah dengan kata-kata yang ngena banget. Kak Christo telah menikah dengan seorang perempuan bernama Angeline Loveliani Chandradinata yang adalah kakak dari Rendy Adiputra Chandradinata. Dikaruniai dua orang anak bernama Dustin Vayikra Tapiheru dan Davar Lionel Tapiheru. Ayahnya adalah seorang pendeta bernama Pdt George Tapiheru dan Ibunya seorang mantan penyan...

Peduli Dengan Anak Jalanan? Ini Komunitasnya.

Anak jalanan kerap kali dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Bukan anak jalanan sinetron ya, tapi anak jalanan yang tinggal di jalan dan tidak miliki tempat tinggal. Mungkin masih ada yang peduli dengan mereka tapi tidak banyak. Anak jalanan dinilai tidak berharga, tidak punya masa depan, dan sebagainya. Padahal anak-anak jalanan ini masih memiliki harapan hidup lebih baik apabila ada orang-orang yang mau membimbing dan mengasihi mereka sepenuh hati. Salah satunya komunitas Save Street Child. Save Street Child berawal dari gerakan di media massa oleh Shei Latiefah. Gerakan ini berkembang menjadi sebuah organisasi independen yang mempersiapkan anak-anak yang memiliki pendidikan minim. supaya dapat menjadi generasi penerus bangsa. Dengan adanya bekal yang baik yaitu, Pendidikan dan Menjadi Teman Baik bagi mereka. Save Street Child, mengelola kelas-kelas belajar gratis yang dijalankan oleh tim pengajar yang berdedikasi dan memiliki kepekaan dan cinta dalam mendiidik maupun be...

Komunitas Penyakit Langka

Di dunia ini ada banyak masalah kesehatan, mulai dari kesehatan yang ada obat dan yang belum ada obat, juga kesehatan yang masalahnya ringan dan juga berat. Adapula orang-orang yang Tuhan izinkan mengalami adanya penyakit langka dalam dirinya. Penyakit biasa saja kadang orang sudah susah payah menyembuhkannya dan menjaga hidupnya mati-matian apalagi yang penyakit langka. Masih banyak penyakit langka yang belum didiagnosis ataupun ditemukan obatnya, hal ini menyebabkan pasien penyakit langka dan keluarganya menghadapi berbagai masalah sehingga menurunkan kualitas dan harapan hidup pasien berserta keluarganya Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia hadir bagi para penderita juga keluarga yang memiliki penyakit langka. Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia merupakan organisasi non-profit yang diresmikan pada bulan Maret 2016. Yayasan ini terbentuk setelah diselenggarakannya “Indonesia Rare Disease Day” untuk pertama kalinya pada tanggal 29 Febuari 2016. Yayasan in...