Langsung ke konten utama

Kekudusan Dalam Pacaran? Tidak Mustahil Dilakukan Oleh Dia dan Kekasihnya

Tiodhora Dhita Tuska Batubara adalah istri dari ayah, sahabat, dan mentorku Rendy Adiputra Chandradinata. Biasa aku memanggilnya Kak Dhita.

Kak Dhita dan Kak Rendy mulai hubungan pacaran sejak 2006 dan memutuskan untuk menikah di tahun 2013. Dikaruniai satu orang anak pertama bernama Dominic Erastus Chandradinata yang lahir 20 Mei 2014 dan akan segera dikaruniai anak kedua yang sedang berada di dalam kandungannya.

Aku banyak mendengar cerita Kak Dhita saat masih pacaran dengan Kak Rendy, salah satunya menjaga kekudusan.

Ya kalo anak-anak zaman sekarang mungkin masih mengira hal-hal dalam pacaran seperti kissing atau free sex itu wajar dilakukan. Namun tidak untuk orang-orang yang sudah memberi dirinya serius hidup dalam Tuhan.

Kak Dhita dan Kak Rendy salah satunya, mereka memulai hubungan diawali dengan hubungan pertemanan mereka.

Pacaran 7 tahun dan gak melakukan hal-hal yang dilarang emang gak mudah buat mereka lalui. Awalnya mereka juga belum sama-sama menyerahkan hidup sepenuhnya dan serius dalam Tuhan.

Sempat ragu apakah mereka memang jodoh dari Tuhan atau bukan. Namun, semakin lama justru mereka semakin yakin bahwa mereka memang harus ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

Ya namanya suatu hubungan pasti ada masalah, begitu juga yang mereka alami. Namun masalah yang ada tidak membuat mereka menyerah pada hubungan dan meninggalkan satu sama lain, malah hubungan mereka semakin erat dan semakin yakin untuk bisa hidup bersama sampai hembusan nafas terakhir.

Hingga pada akhirnya mereka memutuskan menikah. Kehidupan pernikahan juga banyak sekali yang mereka alami. Pahit manisnya kehidupan, Mulai dari membimbing anak, mempertahankan pernikahan, dan sebagainya.

Selain itu Kak Dhita juga sangat pengertian kepada suaminya, dimana saat ini suaminya sudah menjadi pendeta muda yang lumayan cukup terkenal di kalangan anak muda Kristen yang sudah pergi kotbah sampai luar kota. Ya istilah lumayan cukup sering bolak balik luar kota.

Profesi Kak Dhita selain sebagai ibu rumah tangga, dia juga baru-baru ini mengikuti syuting di salah satu acara anak-anak di suatu stasiun televisi. Namun, hal tersebut tidak membuatnya lepas tanggung jawab sebagai istri dan ibu rumah tangga, juga tidak melupakan Tuhan dalam hidupnya.

Itulah alasanku mengapa Kak Dhita menjadi inspirasi hidupku.

Sekian dan terima kasih bagi yang sudah mau membacanya. God loves you!





-Melly Sukmawati Sutedjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kakak Gamaliel dan Audrey Tapiheru "GAC"

Christofer Cornelisha Tapiheru atau yang biasa dikenal dengan nama Christofer Tapiheru adalah seorang anak sulung dan kakak laki-laki dari Ina Tapiheru, Gamaliel Tapiheru dan Audrey Tapiheru. Ganaliel dan Audrey adalah pelantun lagu "Bahagia" dari GAC. Biasa aku memanggilnya Kak Christo. Aku kenal Kak Christo sejak Desember 2014, dimana ia adalah seorang pembina dari komunitas rohani di gerejaku, MASTERplan Youth. Awal kenal Kak Christo, dia orangnya sangat ramah dan aku selalu tersentuh kalau dia sedang kotbah. Dengan kata-kata yang menyentuh perasaan dan menyayat hati juga. Dibawakan dengan ciri khasnya yang kotbah dengan kata-kata yang ngena banget. Kak Christo telah menikah dengan seorang perempuan bernama Angeline Loveliani Chandradinata yang adalah kakak dari Rendy Adiputra Chandradinata. Dikaruniai dua orang anak bernama Dustin Vayikra Tapiheru dan Davar Lionel Tapiheru. Ayahnya adalah seorang pendeta bernama Pdt George Tapiheru dan Ibunya seorang mantan penyan...

Peduli Dengan Anak Jalanan? Ini Komunitasnya.

Anak jalanan kerap kali dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Bukan anak jalanan sinetron ya, tapi anak jalanan yang tinggal di jalan dan tidak miliki tempat tinggal. Mungkin masih ada yang peduli dengan mereka tapi tidak banyak. Anak jalanan dinilai tidak berharga, tidak punya masa depan, dan sebagainya. Padahal anak-anak jalanan ini masih memiliki harapan hidup lebih baik apabila ada orang-orang yang mau membimbing dan mengasihi mereka sepenuh hati. Salah satunya komunitas Save Street Child. Save Street Child berawal dari gerakan di media massa oleh Shei Latiefah. Gerakan ini berkembang menjadi sebuah organisasi independen yang mempersiapkan anak-anak yang memiliki pendidikan minim. supaya dapat menjadi generasi penerus bangsa. Dengan adanya bekal yang baik yaitu, Pendidikan dan Menjadi Teman Baik bagi mereka. Save Street Child, mengelola kelas-kelas belajar gratis yang dijalankan oleh tim pengajar yang berdedikasi dan memiliki kepekaan dan cinta dalam mendiidik maupun be...

Komunitas Penyakit Langka

Di dunia ini ada banyak masalah kesehatan, mulai dari kesehatan yang ada obat dan yang belum ada obat, juga kesehatan yang masalahnya ringan dan juga berat. Adapula orang-orang yang Tuhan izinkan mengalami adanya penyakit langka dalam dirinya. Penyakit biasa saja kadang orang sudah susah payah menyembuhkannya dan menjaga hidupnya mati-matian apalagi yang penyakit langka. Masih banyak penyakit langka yang belum didiagnosis ataupun ditemukan obatnya, hal ini menyebabkan pasien penyakit langka dan keluarganya menghadapi berbagai masalah sehingga menurunkan kualitas dan harapan hidup pasien berserta keluarganya Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia hadir bagi para penderita juga keluarga yang memiliki penyakit langka. Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia merupakan organisasi non-profit yang diresmikan pada bulan Maret 2016. Yayasan ini terbentuk setelah diselenggarakannya “Indonesia Rare Disease Day” untuk pertama kalinya pada tanggal 29 Febuari 2016. Yayasan in...