Langsung ke konten utama

Pantai Ora, Maluku

Pantai Ora, pantai yang terletak Pulau Seram, kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah, Maluku. Pantai yang berlokasi di ujung barat teluk Sawai ini berada di sebelah Desa Saleman dan Desa Sawai, di tepi hutan Taman Nasional Manusela.

Wilayah pantai Ora tidak memiliki daratan yang luas, karena daratan berupa tebing atau bukit batu yang cukup curam, walaupun bisa didaki. Alam di sekitar pantai Ora dibentuk oleh tebing-tebing Sawai yang menjulang, hutan tropis dan rangkaian pegunungan yang merupakan kawasan Taman Nasional Manusela.

Tebing dan teluk Sawai yang mengelilingi pantai Ora terbentuk dari proses tektonik pada jaman purba dimana kawah vulkanik yang terbentuk kemudian terendam air laut menjadi Teluk Sawai. Pantai Ora sendiri cukup kecil, karena disekeliling kawasan teluk tersebut, selain terdapat pantai Ora juga terdapat pantai-pantai lain sebagai tempat wisata, seperti Mata Air Belanda, dan Bukit Batu.

Pantai Ora terletak di tepi hutan Taman Nasional Manusela yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati, diantaranya tumbuhan seperti Tancang (Bruguiera Sexangula), Bakau (Rhizo Acuminate), Ketapang (Terminalia Catappa), Meranti (Shorea Selanica). Sementara untuk jenis burung diantaranya terdapat Burung Kesturi Ternate (Lorius Garrulous), Nuri Tengkuku Ungu/Nuri Kepala Hitam (L. Domicella), Kakatua Seram (Cacatua Moluccensis).

Keindahan pantai Ora dengan pasir putih dan air laut yang jernih mencerminkan panorama laut dengan keanekaragaman warna Terumbu Karang. Keanekaragaman biota laut Pantai Ora diantaranya Ikan Kaisa, Losi, Samanda, Gaca, Sikuda, Ikan Tato, Kaluna, Ikan Singaro. Terumbu karang yang terdapat di sekitar Pantai Ora umumnya adalah terumbu karang dengan kontur tipe landai, karena lautnya yang dangkal. Ketika surut hamparan terumbu karang dapat dilihat tanpa harus menyelam.

Kamu dapat menikmati aktivitas Snorkeling bahkan Diving. Wisatawan tidak perlu menyelam terlalu dalam, bahkan di kedalaman 2-3 meter pun, kecantikan dan keindahan berbagai terumbu karang dan ikan kecil dapat dinikmati di bawah laut Pantai Ora.

Kegiatan snorkeling juga dapat dilakukan di lokasi yang berdekatan dengan tebing, yang menjadi hal yang langka dan mengasyikan.

Selain Snorkeling, masih banyak aktivitas lain yang dapat dilakukan di Pantai Ora. Berkunjung ke Taman Nasional Manusela yang terletak di belakang Ora Beach Resort, dapat menjadi salah satu opsi menarik. Di Taman Nasional Manusela ini terdapat sekitar 117 spesies Burung, di mana 14 di antaranya merupakan spesies Endemik, seperti Nuri Bayan, Kasturi Tengkuk-Ungu, Raja Udang, dan Kakatua Maluku. Para wisatawan dapat menggunakan perahu bermotor atau kapal nelayan untuk menikmati pemandangan di sekitar Taman Nasional Manusela.

Wisatawan juga dapat berkeliling (Island Hooping) ke beberapa pulau kecil di Teluk Sawai dengan menggunakan perahu. Ada Pulau Sawai, Pulau Raja, Pulau Kelelawar, Pulau Tujuh, Pulau Tengah, dan Pulau Sapalewa. Untuk mengelilingi pulau-pulau ini diperlukan waktu hanya sekitar 30 menit saja. Selain itu, para wisatawan juga dapat mengunjungi mata Air Belanda (Dutch springs) yang berupa sungai kecil yang mengalir dari gunung dan bermuara di pantai Teluk Saleman. Mata air ini dinamakan Mata Air Belanda karena dulu Belanda menemukan sumber mata air di tepi pantai yang airnya dingin dan rasanya tawar.

Para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Ora juga dapat menikmati tinggal di penginapan rumah panggung kayu yang eksotis. Terdapat berbagai resort yang menyediakan penginapan berbentuk rumah panggung kayu yang diantaranya langsung dibangun di atas air.

Untuk mencapai Pantai Ora dari Jakarta, perjalanan udara dilakukan menuju Kota Ambon. Beberapa penerbangan komersial Indonesia menawarkan beberapa alternatif jadwal penerbangan Jakarta - Ambon. Biaya tiket Jakarta - Ambon PP bisa pada kisaran 5 juta rupiah dengan 3,5 jam penerbangan.

Pintu menuju Pantai Ora dari kota Ambon adalah Pelabuhan Hulnara, Tuleho. Di pelabuhan yang lebih dikenal Pelabuhan Tuleho ini terdapat Feri dengan kapasitas penumpang 350 kursi menuju pelabuhan Amahai-pulau Seram dengan jadwal 2 (dua)  kali pada setiap harinya. Tuleho - Amahai pukul 09.00 dan 16.00 untuk Senin-Sabtu, sementara hari  Minggu hanya satu kali perjalanan pukul 11.00.  Adapun jadwal kembali Amahai - Tuleho,  pukul 08.00 dan 14.00 untuk Senin-Sabtu, sementara hari Minggu 15.00. Biaya tiket Feri kelas VIP Rp. 260 ribu dan ekonomi Rp. 125 ribu untuk sekali jalan.

Dari pelabuhan Amahai menuju pelabuhan Desa Saleman yang menghubungkan dengan Pantai Ora, hingga saat ini belum ada transportasi umum.  Alternatif transportasi darat menuju desa Saleman adalah dengan sewa kendaraan dengan biaya kurang lebih sekitar Rp. 800.000,-.  Jarak tempuh perjalananan Amahai - Desa Saleman sekitar 2,5 jam,  menyusuri wilayah kota Masohi dan wilayah Teon, Nila dan Serua (TNS) serta melewati liku-liku jalur pegunungan yang indah.

Setelah mencapai pelabuhan Desa Saleman, pelancong harus ganti kendaraan. Selama 15 menit perahu akan mengantarkan wisawatan menguak keindahan pantai Ora yang tersembunyi.  Setiap orang harus merogoh kantong kisaran Rp 100 ribu.

Penginapan yang terdapat di Pantai Ora di antaranya adalah Ora Beach Resort dan Roneela Cottage. Satu cottage di sini harganya pada kisaran Rp 1,5 juta. Adapun satu kamar seharga Rp 750 ribu termasuk makan pagi.

Alternatif penginapan lain adalah di Desa Sawai yang juga dapat ditempuh dari Desa Saleman.  Desa Sawai menawarkan beberapa alternatif penginapan ataupun homestay di rumah penduduk.  Namun apabila menginap di Desa Sawai, untuk menuju Pantai Ora tetap perlu menggunakan perahu.

Kegiatan yang dapat dilakukan di pantai Ora adalah snorkeling di sekitar pantai Ora dan Tebing Batu, serta menikmati keindahan alam setempat seperti mata air Belanda, dan mengunjungi Desa Sawai. Semua menggunakan kapal motor dengan harga sewa yang bervariasi pada kisarannya Rp 300 ribu - Rp 500 ribu tergantung jarak tempuh dan penumpang.  Satu perahu boat kecil memuat 6 - 7 penumpang.

Mungkin ini saja informasi mengenai Pantai Ora yang dapat disampaikan. mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurangan. Sekian dan terima kasih.










Referensi : Wikipedia & Detik.com

-Melly Sukmawati Sutedjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kakak Gamaliel dan Audrey Tapiheru "GAC"

Christofer Cornelisha Tapiheru atau yang biasa dikenal dengan nama Christofer Tapiheru adalah seorang anak sulung dan kakak laki-laki dari Ina Tapiheru, Gamaliel Tapiheru dan Audrey Tapiheru. Ganaliel dan Audrey adalah pelantun lagu "Bahagia" dari GAC. Biasa aku memanggilnya Kak Christo. Aku kenal Kak Christo sejak Desember 2014, dimana ia adalah seorang pembina dari komunitas rohani di gerejaku, MASTERplan Youth. Awal kenal Kak Christo, dia orangnya sangat ramah dan aku selalu tersentuh kalau dia sedang kotbah. Dengan kata-kata yang menyentuh perasaan dan menyayat hati juga. Dibawakan dengan ciri khasnya yang kotbah dengan kata-kata yang ngena banget. Kak Christo telah menikah dengan seorang perempuan bernama Angeline Loveliani Chandradinata yang adalah kakak dari Rendy Adiputra Chandradinata. Dikaruniai dua orang anak bernama Dustin Vayikra Tapiheru dan Davar Lionel Tapiheru. Ayahnya adalah seorang pendeta bernama Pdt George Tapiheru dan Ibunya seorang mantan penyan...

Dari romantis sampai misteri

Symphoniers,bagaimana kabar kalian?semoga dalam keadaan sehat dan bahagia yah. Sudah lama gak menginformasikan tentang novel dan produk-produk terbaru kan? Sekarang kerinduan kalian akan terjawab nih. Aku mau review 5 Novel Best seller 3 bulan terakhir, yuk dibaca dengan baik. Crazy Rich Asian gramedia.com Siapa tidak kenal novel yang sudah diangkat menjadi film ini? Buku ini berkisah tentang kehidupan kaum jetset.  Kevin Kwan, sang penulis memberikan sudut pandang kaum jetset keturunan Tionghoa di Singapura dengan segala lika-likunya, yang membuat novel ini menjadi unik dan menarik. Setiap pembaca harus siap-siap baper dengan perjalanan cinta yang di dambakan kaum wanita.  Tidak hanya suasana romantis yang ditampilkan juga ada kelucuan yang akan ditemukan. gramedia.com Garis Waktu Novel karya Fiersa Besari ini berkisah tentang awal mula pertemuan seorang aku dengan kamu. Kemudian jatuh cinta dan dipertemukan dengan segala rintangannya. Di perjalanan ...

Peduli Dengan Anak Jalanan? Ini Komunitasnya.

Anak jalanan kerap kali dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Bukan anak jalanan sinetron ya, tapi anak jalanan yang tinggal di jalan dan tidak miliki tempat tinggal. Mungkin masih ada yang peduli dengan mereka tapi tidak banyak. Anak jalanan dinilai tidak berharga, tidak punya masa depan, dan sebagainya. Padahal anak-anak jalanan ini masih memiliki harapan hidup lebih baik apabila ada orang-orang yang mau membimbing dan mengasihi mereka sepenuh hati. Salah satunya komunitas Save Street Child. Save Street Child berawal dari gerakan di media massa oleh Shei Latiefah. Gerakan ini berkembang menjadi sebuah organisasi independen yang mempersiapkan anak-anak yang memiliki pendidikan minim. supaya dapat menjadi generasi penerus bangsa. Dengan adanya bekal yang baik yaitu, Pendidikan dan Menjadi Teman Baik bagi mereka. Save Street Child, mengelola kelas-kelas belajar gratis yang dijalankan oleh tim pengajar yang berdedikasi dan memiliki kepekaan dan cinta dalam mendiidik maupun be...