Langsung ke konten utama

Profile



1970...

Awal kelahiran PT Symphony 02 Oktober 1970, diawali dengan gedung kantor yang berada di Jalan K.H Wahid Hasyim No 78 Jakarta Pusat. Juga adanya kantor percetakan tepat di sebelah kantor. Awal berdirinya PT Symphony, PT Symphony merekrut 20 orang karyawan. Dengan membantu menerbitkan buku-buku pengetahuan semacam buku pelajaran untuk siswa-siswi dan mahasiswa-mahasiswi. Walaupun belum banyak yang mengetahui PT Symphony, namun penjualan dan penerbitan buku yang hanya 50 lembar setiap buku telah mencetak 2.000 eksemplar ke beberapa wilayah Indonesia. Juga mendapat sambutan baik dari Bapak Presiden kala itu dan masyarakat Indonesia.










1982...

PT Symphony memulai karya baru dengan menerbitkan koran bulanan Symphony. Setiap hari koran tercetak 500 eksemplar dan dikirim ke rumah-rumah warga di Jakarta dengan jasa pengiriman yang sudah disiapkan oleh perusahaan. 1982, PT Symphony telah memiliki 50 karyawan untuk diperkerjakan di kantor maupun percetakan. Di dalam koran harian tersebut, terdapat berita terkini, tips dan karya anak bangsa misal cerpen dan puisi.





1990...

Pada tahun ini, PT Symphony menambah produksinya untuk menerbitkan novel. Selain itu koran bulanan Symphony telah menambah waktu terbitnya yaitu menjadi mingguan. Dimana pada zaman ini, koran sangat dibutuhkan mengingat tidak semua orang sudah memiliki televisi di rumah mereka masing-masing. Selain itu novel yang diterbitkan mengumumkan persyaratannya melalui koran mingguan. Diseleksi secara detail dan penulis akan dihubungi via surat atau telepon jika ada.






1997

PT Symphony telah membuka kantor cabang baru di Jalan Jendral Sudirman 21 No 89-91 Jakarta Selatan. Kantor cabang ini berbeda dengan kantor pusat. Kantor pusat mengatur segala produksi dan inti daripada perusahaan. Kantor cabang hanya mengatur bagian produksi buku pelajaran, novel dan koran mingguan dibagi dalam 3 kantor cabang. Dan PT Symphony telah membuka Toko yang bernama Symphony Store dimana Symphony Store menjual karya penerbitan Symphony.



2000...

PT Symphony telah merubah koran mingguan menjadi koran harian. Dimana jasa pengiriman akan bekerja setiap hari mengantarkan pesanan pelanggan. Dan PT Symphony menambah produksi penerbitan yaitu penerbitan komik yang pengumuman juga persyaratannya dicantumkan pada koran harian. Koran harian juga menambah kontennya yaitu berita terbagi menjadi 8 : ekonomi, politik, olahraga, entertainment, sosial, keuangan, dan internasional. Juga ditambah dengan karya puisi, cerpen dan adanya iklan-iklan dari berbagai perusahaan dan tips.




2018....

Pada saat ini karena zaman sudah serba online, PT Symphony telah membuka store online pada web symphonystore,com dan bekerja sama dengan online store ternama yaitu Shopee dan Tokopedia. Tidak hanya itu, Symphony Store juga menjual alat tulis dan kebutuhan para siswa-siswi juga mahasiswa-mahasiswi. Dan terdapat Koran Harian Online yaitu symphonynews.com.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kakak Gamaliel dan Audrey Tapiheru "GAC"

Christofer Cornelisha Tapiheru atau yang biasa dikenal dengan nama Christofer Tapiheru adalah seorang anak sulung dan kakak laki-laki dari Ina Tapiheru, Gamaliel Tapiheru dan Audrey Tapiheru. Ganaliel dan Audrey adalah pelantun lagu "Bahagia" dari GAC. Biasa aku memanggilnya Kak Christo. Aku kenal Kak Christo sejak Desember 2014, dimana ia adalah seorang pembina dari komunitas rohani di gerejaku, MASTERplan Youth. Awal kenal Kak Christo, dia orangnya sangat ramah dan aku selalu tersentuh kalau dia sedang kotbah. Dengan kata-kata yang menyentuh perasaan dan menyayat hati juga. Dibawakan dengan ciri khasnya yang kotbah dengan kata-kata yang ngena banget. Kak Christo telah menikah dengan seorang perempuan bernama Angeline Loveliani Chandradinata yang adalah kakak dari Rendy Adiputra Chandradinata. Dikaruniai dua orang anak bernama Dustin Vayikra Tapiheru dan Davar Lionel Tapiheru. Ayahnya adalah seorang pendeta bernama Pdt George Tapiheru dan Ibunya seorang mantan penyan...

Peduli Dengan Anak Jalanan? Ini Komunitasnya.

Anak jalanan kerap kali dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Bukan anak jalanan sinetron ya, tapi anak jalanan yang tinggal di jalan dan tidak miliki tempat tinggal. Mungkin masih ada yang peduli dengan mereka tapi tidak banyak. Anak jalanan dinilai tidak berharga, tidak punya masa depan, dan sebagainya. Padahal anak-anak jalanan ini masih memiliki harapan hidup lebih baik apabila ada orang-orang yang mau membimbing dan mengasihi mereka sepenuh hati. Salah satunya komunitas Save Street Child. Save Street Child berawal dari gerakan di media massa oleh Shei Latiefah. Gerakan ini berkembang menjadi sebuah organisasi independen yang mempersiapkan anak-anak yang memiliki pendidikan minim. supaya dapat menjadi generasi penerus bangsa. Dengan adanya bekal yang baik yaitu, Pendidikan dan Menjadi Teman Baik bagi mereka. Save Street Child, mengelola kelas-kelas belajar gratis yang dijalankan oleh tim pengajar yang berdedikasi dan memiliki kepekaan dan cinta dalam mendiidik maupun be...

Komunitas Penyakit Langka

Di dunia ini ada banyak masalah kesehatan, mulai dari kesehatan yang ada obat dan yang belum ada obat, juga kesehatan yang masalahnya ringan dan juga berat. Adapula orang-orang yang Tuhan izinkan mengalami adanya penyakit langka dalam dirinya. Penyakit biasa saja kadang orang sudah susah payah menyembuhkannya dan menjaga hidupnya mati-matian apalagi yang penyakit langka. Masih banyak penyakit langka yang belum didiagnosis ataupun ditemukan obatnya, hal ini menyebabkan pasien penyakit langka dan keluarganya menghadapi berbagai masalah sehingga menurunkan kualitas dan harapan hidup pasien berserta keluarganya Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia hadir bagi para penderita juga keluarga yang memiliki penyakit langka. Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia merupakan organisasi non-profit yang diresmikan pada bulan Maret 2016. Yayasan ini terbentuk setelah diselenggarakannya “Indonesia Rare Disease Day” untuk pertama kalinya pada tanggal 29 Febuari 2016. Yayasan in...