Langsung ke konten utama

Seorang Sahabat, Ayah, dan Mentor Hidupku

Di dalam kehidupanku, tentu aku tidak sendiri. Aku memiliki keluarga, sahabat, dan teman di hidupku. Namun, banyak dari temanku yang tidak seperti keluargaku, salah satunya menerima aku apa adanya.

Seringkali dunia menawarkan aku pada kekejian dan dosa yang meliputi kehidupanku, namun Tuhan selalu menolongku untuk lepas daripada dosa yang akan ku buat. Salah satunya, Tuhan kirimkan aku seorang sahabat, ayah dan mentor rohani di kehidupanku.

Aku salah satu pengikut Tuhan Yesus Kristus yang telah bertobat dan hidup sungguh-sungguh dalam Tuhan walaupun sampai sekarang banyak juga kesalahan yang ku perbuat yang menyakiti hati Tuhan.

Desember 2014 aku pindah gereja dari gereja sebelumnya di dalam gedung mall Central Park ke gereja yang berada dekat rumahku, cukup hanya dengan jalan kaki 5 menit sudah sampai.

Aku masuk dalam komunitas pemuda di gereja yang bernama MASTERplan Youth di gereja GBI Eben Haezer. Disinilah aku menemukan teman dan sahabat yang seperti keluarga.

Aku bertemu dengan seorang pembina disana yang bernama Rendy Adiputra Chandradinata, aku memanggilnya Kak Rendy atau nama lain yang privat yang tidak boleh disebar katanya, jadi hanya orang tertentu yang tau nama ini. Sebelum aku menceritakan sosok Kak Rendy, izinkan aku menceritakan awal mula mengapa aku bisa terinspirasi dari hidupnya.

Pada tahun 2015 tepatnya di bulan September hingga Desember 2016 aku mengalami kekacauan dalam hidup, jatuh dalam dosa, jauh dari Tuhan, bahkan sempat aku ingin meninggalkan Tuhan Yesus dan hampir menanggalkan kepercayaanku terhadapNya karena sesuatu hal.

Hari itu 31 Desember 2016, aku pergi bersama teman-teman lain ke rumah Kak Rendy. Belum banyak yang mengetahui cerita masa laluku yang terjebak dan jatuh ke dalam dosa awalnya. Oh ya aku sempat jarang ke gereja karena suatu hal ini. Di hari itu kami mengadakan makan bersama untuk merayakan tahun baru. Disitulah Kak Rendy menanyakan "Bagaimana keadaanmu?" dan bertanya soal titik awal kekacauanku dalam hidup.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Aku mulai nyaman dengan keluarga baruku sehingga aku berani menceritakan ke beberapa orang tentang masa laluku, iya hanya dengan mereka aku bisa terbuka.

Aku menceritakan semua hal ke Kak Rendy, tidak ada satupun yang aku sembunyikan. Dosa yang begitu privasi yang pernah aku lakukan juga ku ceritakan padanya. Dan aku tidak mengerti dirinya hanya bersyukur bahwa aku sudah kembali dan sama sekali tidak menghakimi diriku. Begitu pula dengan teman-temanku yang lain.

Sejak saat itu Kak Rendy telah menjadi sahabat, ayah, bahkan mentorku untuk menjalani hidup ini. Aku bebas bertanya atau cerita apapun tanpa ada rasa takut.

Oh iya, walaupun Kak Rendy sudah menjadi seorang ayah, namun ia tidak melepas tanggung jawab sebagai pembina dan ayah juga mentor dari anak-anak MASTERplan Youth termasuk diriku.

Dia seorang alumni Universitas Atmajaya jurusan Manajemen 2010. Ia menikah pada tahun 2013 bersama pacarnya yang bernama Tiodhora Dhita Tuska Batubara, yang juga seorang alumni dari Universitas dan jurusan yang sama. Mereka berpacaran dari tahun 2006. Itu juga yang menjadi inspirasi saya dalam hal menjalani hubungan dengan pasangan kelak karena mereka begitu menjaga kekudusan dan mengikuti perintah yang sudah Tuhan Yesus ajarkan. Kak Rendy dikaruniai putra pertama bernama Dominic Erastus Chandradinata yang lahir pada 20 Mei 2014 dan akan segera dikaruniai anak kedua yang masih 4 bulan berada di kandungan istrinya.

Selain itu, profesinya sekarang adalah membantu pekerjaan ayahnya di bidang musik, mengurus studio dan les musik yang dimiliki ayahnya, juga sebagai pendeta muda.

Aku bersyuku bisa mengenal sosok Kak Rendy dalam hidupku. Dia yang tegur aku juga ketika aku salah dan ikut berbangga ketika aku mendapat suatu prestasi. Dia menegur dengan kasih dan tidak pernah sekalipun menghakimi diriku yang sudah berdosa ini. Karena dia percaya bahwa Tuhan adalah kasih dan Tuhan juga sudah mengasihi dia bahkan tidak menghakimi dia ketika dia sudah berdosa, maka sudah sepantasnya dia melakukan apa yang Tuhan lakukan kepada anak-anakNya yang Tuhan kirimkan kepada Kak Rendy.

Memang tidak ada manusia yang sempurna, namun aku bangga pada sosok Kak Rendy yang penuh kasih sama seperti Tuhan bangga pada dirinya. Sehingga dia sudah aku anggap sebagai sahabat, ayah, dan mentor dalam hidupku.

Sekian dan terima kasih. God loves you!









-Melly Sukmawati Sutedjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kakak Gamaliel dan Audrey Tapiheru "GAC"

Christofer Cornelisha Tapiheru atau yang biasa dikenal dengan nama Christofer Tapiheru adalah seorang anak sulung dan kakak laki-laki dari Ina Tapiheru, Gamaliel Tapiheru dan Audrey Tapiheru. Ganaliel dan Audrey adalah pelantun lagu "Bahagia" dari GAC. Biasa aku memanggilnya Kak Christo. Aku kenal Kak Christo sejak Desember 2014, dimana ia adalah seorang pembina dari komunitas rohani di gerejaku, MASTERplan Youth. Awal kenal Kak Christo, dia orangnya sangat ramah dan aku selalu tersentuh kalau dia sedang kotbah. Dengan kata-kata yang menyentuh perasaan dan menyayat hati juga. Dibawakan dengan ciri khasnya yang kotbah dengan kata-kata yang ngena banget. Kak Christo telah menikah dengan seorang perempuan bernama Angeline Loveliani Chandradinata yang adalah kakak dari Rendy Adiputra Chandradinata. Dikaruniai dua orang anak bernama Dustin Vayikra Tapiheru dan Davar Lionel Tapiheru. Ayahnya adalah seorang pendeta bernama Pdt George Tapiheru dan Ibunya seorang mantan penyan...

Peduli Dengan Anak Jalanan? Ini Komunitasnya.

Anak jalanan kerap kali dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Bukan anak jalanan sinetron ya, tapi anak jalanan yang tinggal di jalan dan tidak miliki tempat tinggal. Mungkin masih ada yang peduli dengan mereka tapi tidak banyak. Anak jalanan dinilai tidak berharga, tidak punya masa depan, dan sebagainya. Padahal anak-anak jalanan ini masih memiliki harapan hidup lebih baik apabila ada orang-orang yang mau membimbing dan mengasihi mereka sepenuh hati. Salah satunya komunitas Save Street Child. Save Street Child berawal dari gerakan di media massa oleh Shei Latiefah. Gerakan ini berkembang menjadi sebuah organisasi independen yang mempersiapkan anak-anak yang memiliki pendidikan minim. supaya dapat menjadi generasi penerus bangsa. Dengan adanya bekal yang baik yaitu, Pendidikan dan Menjadi Teman Baik bagi mereka. Save Street Child, mengelola kelas-kelas belajar gratis yang dijalankan oleh tim pengajar yang berdedikasi dan memiliki kepekaan dan cinta dalam mendiidik maupun be...

Komunitas Penyakit Langka

Di dunia ini ada banyak masalah kesehatan, mulai dari kesehatan yang ada obat dan yang belum ada obat, juga kesehatan yang masalahnya ringan dan juga berat. Adapula orang-orang yang Tuhan izinkan mengalami adanya penyakit langka dalam dirinya. Penyakit biasa saja kadang orang sudah susah payah menyembuhkannya dan menjaga hidupnya mati-matian apalagi yang penyakit langka. Masih banyak penyakit langka yang belum didiagnosis ataupun ditemukan obatnya, hal ini menyebabkan pasien penyakit langka dan keluarganya menghadapi berbagai masalah sehingga menurunkan kualitas dan harapan hidup pasien berserta keluarganya Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia hadir bagi para penderita juga keluarga yang memiliki penyakit langka. Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia merupakan organisasi non-profit yang diresmikan pada bulan Maret 2016. Yayasan ini terbentuk setelah diselenggarakannya “Indonesia Rare Disease Day” untuk pertama kalinya pada tanggal 29 Febuari 2016. Yayasan in...