Langsung ke konten utama

Taman Ismail Marzuki, DKI Jakarta




Taman Ismail Marzuki terletak di Cikini, Jakarta Pusat. Akses untuk ke tempat ini juga mudah. Bisa melalui transportasi online dan transportasi umum. Di dekat Taman Ismail Marzuki terdapat Stasiun Cikini, untuk menuju tempat ini dari Stasiun tidaklah jauh.

10 November 1968, Taman Ismail Marzuki diresmikan pembangunannya oleh Gubernur DKI Jakarta, yakni Ali Sadikin. Dulu tempat ini dikenal sebagai ruang rekreasi umum Taman Raden Saleh yang merupakan Kebun Binatang Jakarta sebelum akhirnya dipindahkan ke Ragunan.

Taman Ismail Marzuki memiliki banyak lokasi di dalamnya yang bisa dikunjungi. Yaitu ada Planetarium, Bioskop XXI, Institut Kesenian Jakarta, Graha Bakti Budaya, Galeri Cipta II dan Galeri Cipta III, Teater Kecil, Teater Halaman, Plaza dan Halaman, Teater Jakarta, Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin, Jose Rizal Bookstore, Kafetaria dan yang juga belum lama didirikan adalah Perpustakaan Cikini.


1. Planetarium
Pembangunan Planetarium Jakarta yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Bung Karno. Gagasan awalnya adalah agar bangsa Indonesia tidak tertinggal dalam persaingan IPTEK ke-antariksa-an khususnya Astronomi.

Adapula jam yang ditentukan bagi yang ingin ke Planetarium, 
HARI Show 1 (WIB) Show 2 (WIB)1 Show 3 (WIB)
Sabtu, Minggu, Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama1 09.00 12.00 15.00
Jam Buka Loket 08.00 11.00 14.00

Dan persyaratan kalau ingin menonton pertunjukan di Planetarium.
-2 jam sebelum tiap sesi pertunjukan dimulai akan dilakukan pendataan jumlah pengunjung yang akan membeli tiket, pengunjung diharapkan untuk datang lebih awal.
-Jam buka loket di setiap sesi pertunjukan dibuka 1 jam sebelum pertunjukan sesi tersebut dimulai.
-Durasi pertunjukan selama 50 sampai 60 menit.
-Tiket masuk pertunjukan dapat dibeli langsung di loket yang akan dibuka 1 jam sebelum pertunjukan dimulai dan 1 orang dapat membeli maksimal 4 tiket.
-Tiket TIDAK DAPAT dipesan diawal (booking). Pembelian tiket langsung di loket pertunjukan planetarium.

Adapula harga tiket yang ditentukan,
-Anak-anak  : Rp   7.000,- / orang ( 2 tahun s.d. usia tingkat SD ).
-Dewasa      : Rp 12.000,- / orang (tingkat SMP s.d. Dewasa). 




2. Bioskop XXI
Taman Ismail Marzuki juga tersedia Bioskop XXI bagi yang ingin menonton film-film terkini dengan harga terjangkau yang pastinya nyaman juga untuk menonton di XXI TIM.







3. Graha Bakti Budaya
Gedung Pertunjukan yang besar, mempunyai kapasitas 800 kursi, 600 kursi berada di bawah dan 200 kursi di balkon. Panggung GBB berukuran 15m x 10m x 6m. Gedung ini dapat dipergunakan untuk gedung pertunjukan konser musik, teater baik tradisional maupun modern, tari, film, dan dilengkapi dengan tata cahaya, sound sistem akustik, serta pendingin ruangan.



4. Galeri Cipta II dan Galeri Cipta III
Ruang pameran yang lebih besar dari Galeri Cipta III (GC III). Kedua ruang tersebut dapat dipergunakan untuk pameran seni lukis, seni patung, diskusi dan seminar, dan pemutaran film pendek. Gedung ini dapat memuat sekitar 80 lukisan dan 20 patung serta dilengkapi dengan pendingin ruangan, tata cahaya khusus, tata suara serta panel yang dapat dipindah-pindahkan.



5. Teater Kecil
Gedung pertunjukan yang dipersiapkan untuk 200 orang. Gedung ini mempunyai banyak fungsi seperti seni pertunjukan teater, musik, pembacaan puisi, seminar,dll. Teater Kecil mempunyai ukuran panggung 10m x 5m x 6m. Gedung ini juga dilengkapi sistem akustik, tata cahaya dan pendingin ruangan.




6. Teater Halaman (Studio Pertunjukan Seni)
Dipersiapkan untuk pertunjukan seni eksperimen bagi seniman muda teater dan puisi, mempunyai kapasitas penonton yang fleksibel. 




7. Plaza dan Halaman
TIM mempunyai areal parkir yang cukup luas yang merupakan lahan serba guna dan dapat dipergunakan untuk berbagai pertunjukkan kesenian open air. 




8. Teater Jakarta
Sebagai tambahan baru ke koleksi teater di Taman Ismail Marzuki, Teater jakarta memiliki panggung dengan luas 14 X 16 X 7~9 m. Dapat menampung sampai 1200 orang, teater ini ditunjang dengan fasilitas-fasilitas termutakhir yang memungkinkan acara skala besar bisa diadakan di teater ini.



9. Institut Kesenian Jakarta
Perguruan tinggi yang berada didalam Taman Ismail Marzuki. Institut ini khusus mengajarkan bidang-bidang seni yang meliputi Seni Rupa, Seni Peran, dan Perfilman.






10. Pusat Dokumentasi Sastra H.B Jassin
Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin ini dimulai sebagai dokumentasi pribadi H.B Jassin, sang tokoh sastra yang dijuluki sebagai Paus Sastra Indonesia. Jassin menggeluti pendokumentasian sastra ini dengan dana dan tenaga yang serba terbatas sejak ia mengembangkan minatnya akan dunia sastra dan pustaka pada tahun 1930-an, ketika usianya belum lagi 30 tahun.

Yayasan Dokumentasi Sastra H.B. Jassin didirikan pada 28 Juni 1976. Sejak tahun anggaran 1977/1978, Pemerintah Daerah DKI Jakarta memberikan subsidi kepada yayasan ini yang kemudian berganti nama menjadi Pusat Dokumentasi Sastra.



10. Jose Rizal Bookstore
Jose Rizal Bookstore atau yang dikenal dengan nama Galeri Buku Bengkel Deklamasi. Galeri Buku Bengkel Deklamasi- Taman Ismail Marzuki ini, didirikan oleh Jose Rizal Manua dan diresmikan pada tanggal 27 Juli 1996, oleh Direktur Pusat Kesenian Jakarta- Taman Ismail Marzuki, Pramana Padmodarmaja. Pada peresmiannya dihadiri oleh para Budayawan, sastrawan dan seniman terkemuka Indonesia, di antaranya; Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, Taufiq Ismail, Leon Agusta, Iwan Fals, Remy Sylado, Seno Gumira Ajidarma, Noorca Marendra, Slamet Sukirnanto, Franky Raden, Sanuel Wattimena, Eka D. Sitorus, Gendut Riyanto, Dorman Borisman, Teguh Esha, dll.





11.  Kafetaria
Di Taman Ismail Marzuki juga terdapat Kafetaria yang menjual banyak sekali makanan dan minuman juga disediakan meja-meja untuk para pengunjung makan. Untuk kafetaria didalam Taman Ismail Marzuki ini harganya lumayan seperti harga cafe-cafe pada umumnya, kisaran harga Rp 20.000 keatas. Namun soal rasa, sama dengan harga. Ada harga ada kualitas.





12. Perpustakaan Cikini
Gedung Perpustakaan Cikini terdiri dari 4 (empat) lantai. Lantai dasar merupakan tempat layanan sirkulasi dan ruang display koleksi Herbarium. Pada layanan sirkulasi pengunjung perpustakaan dapat mendaftar menjadi anggota, memperpanjang masa keanggotaan, melakukan peminjaman dan pengembalian buku, serta layanan penitipan barang atau loker. Hal yang menarik di lantai dasar ini adalah terdapat layanan anjungan mandiri, dimana layanan pengembalian buku yang berbasis RFID (Radio Frequency Identification) dimana peminjam cukup meletakkan buku pada mesin, dan buku akan masuk ke dalam drop box dan pemustaka akan mendapat bukti transaksi dari mesin sebagai tanda pengembalian berhasil dilakukan.

Lantai dasar juga menampilkan display koleksi herbarium. Herbarium merupakan istilah yang pertama kali digunakan oleh Turnefor (1700) untuk tumbuhan obat yang dikeringkan sebagai koleksi. Koleksi herbarium ini menyambut setiap pengunjung perpustakaan ketika masuk lobby utama Perpustakaan Umum Cikini. Selain koleksi Herbarium terdapat juga prakarya anak-anak hasil berbagai lomba yang pernah dilaksanakan di Perpustakaan Umum Cikini.

Lantai satu, merupakan layanan koleksi umum untuk remaja atau dewasa, ruang auditorium, dan layanan internet. Pada Perpustakaan Umum Cikini terdapat  175.931 judul dengan jumlah 439.196 eksemplar. Layanan ini merupakan layanan baca buku ditempat dan dipinjamkan. Tentunya setelah pemustaka menjadi anggota dan syarat keanggotaan adalah mereka yang mempunyai KTP DKI Jakarta.

Lantai dua terdapat layanan anak. Pada layanan anak terdapat playground yang menjadi daya tarik perpustakaan ini. Playgroun ini berukuran 665 m2 dengan berbagai macam permainan yang disediakan. Namun harus diperhatikan untuk para pemustaka yang ingin menikmati layanan ini untuk putera puteri nya, seperti jam buku dan persyaratan lainnya untuk dapat menggunakannya. Jam buka layanan playground ini ada di setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu pada pukul 10.00 – 12.00 WIB dan dikhususkan untuk anak usia dibawah 5 tahun dengan tinggi maksimal 110 cm. Setiap anak yang memanfaatkan layanan ini diwajibkan menggunakan kaos kaki dan didampingi oleh orang dewasa. Selain layanan playground, terdapat juga ruang mainan edukasi dan layanan membaca untuk koleksi anak-anak.

Lantai tiga, terdapat koleksi buku-buku referensi, koran, majalah dan koleksi KCKR (Karya Cetak dan Karya Rekam). Khusus untuk koleksi yang ada di lantai 3 ini, hanya bersifat bisa baca di tempat namun tidak diperbolehkan untuk dipinjamkan.

Kantor Perpustakaan living library diterapkan pula melalui pemanfaatan ruang pertemuan dan ruang rapat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Perpustakaan Umum Cikini memiliki dua ruang pertemuan berkapasitas 200 orang dan 25 orang. Semua fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan pengguna perpustakaan untuk beragam keperluan secara gratis dengan tentunya terlebih dahulu memenuhi prosedur pemanfaatan ruangan perpustakaan.






Dan menurut pengalaman saya sebagai pengunjung setia Taman Ismail Marzuki, biasanya saya dan teman-teman Komunitas Sastra Wakarsas sering berkumpul di Taman Ismail Marzuki tepatnya di depan pintu masuk pada sore hari. Selain tempatnya nyaman untuk berbincang-bincang, disitu juga kami bisa jajan makanan pinggiran yang harganya lebih murah dibanding kafetaria untuk kantong mahasiswa. Juga ada iringan musik dari pengamen jalanan yang membuat suasana ramai.





Mungkin ini saja yang dapat saya tulis mengenai Taman Ismail Marzuki. Lebih lengkapnya bisa datang sendiri dan nikmati bagaimana Taman Ismail Marzuki. Sekian dan terima kasih.

Referensi : http://tamanismailmarzuki.jakarta.go.id , http://dispusip.jakarta.go.id & https://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Ismail_Marzuki



-Melly Sukmawati Sutedjo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Kakak Gamaliel dan Audrey Tapiheru "GAC"

Christofer Cornelisha Tapiheru atau yang biasa dikenal dengan nama Christofer Tapiheru adalah seorang anak sulung dan kakak laki-laki dari Ina Tapiheru, Gamaliel Tapiheru dan Audrey Tapiheru. Ganaliel dan Audrey adalah pelantun lagu "Bahagia" dari GAC. Biasa aku memanggilnya Kak Christo. Aku kenal Kak Christo sejak Desember 2014, dimana ia adalah seorang pembina dari komunitas rohani di gerejaku, MASTERplan Youth. Awal kenal Kak Christo, dia orangnya sangat ramah dan aku selalu tersentuh kalau dia sedang kotbah. Dengan kata-kata yang menyentuh perasaan dan menyayat hati juga. Dibawakan dengan ciri khasnya yang kotbah dengan kata-kata yang ngena banget. Kak Christo telah menikah dengan seorang perempuan bernama Angeline Loveliani Chandradinata yang adalah kakak dari Rendy Adiputra Chandradinata. Dikaruniai dua orang anak bernama Dustin Vayikra Tapiheru dan Davar Lionel Tapiheru. Ayahnya adalah seorang pendeta bernama Pdt George Tapiheru dan Ibunya seorang mantan penyan...

Peduli Dengan Anak Jalanan? Ini Komunitasnya.

Anak jalanan kerap kali dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Bukan anak jalanan sinetron ya, tapi anak jalanan yang tinggal di jalan dan tidak miliki tempat tinggal. Mungkin masih ada yang peduli dengan mereka tapi tidak banyak. Anak jalanan dinilai tidak berharga, tidak punya masa depan, dan sebagainya. Padahal anak-anak jalanan ini masih memiliki harapan hidup lebih baik apabila ada orang-orang yang mau membimbing dan mengasihi mereka sepenuh hati. Salah satunya komunitas Save Street Child. Save Street Child berawal dari gerakan di media massa oleh Shei Latiefah. Gerakan ini berkembang menjadi sebuah organisasi independen yang mempersiapkan anak-anak yang memiliki pendidikan minim. supaya dapat menjadi generasi penerus bangsa. Dengan adanya bekal yang baik yaitu, Pendidikan dan Menjadi Teman Baik bagi mereka. Save Street Child, mengelola kelas-kelas belajar gratis yang dijalankan oleh tim pengajar yang berdedikasi dan memiliki kepekaan dan cinta dalam mendiidik maupun be...

Komunitas Penyakit Langka

Di dunia ini ada banyak masalah kesehatan, mulai dari kesehatan yang ada obat dan yang belum ada obat, juga kesehatan yang masalahnya ringan dan juga berat. Adapula orang-orang yang Tuhan izinkan mengalami adanya penyakit langka dalam dirinya. Penyakit biasa saja kadang orang sudah susah payah menyembuhkannya dan menjaga hidupnya mati-matian apalagi yang penyakit langka. Masih banyak penyakit langka yang belum didiagnosis ataupun ditemukan obatnya, hal ini menyebabkan pasien penyakit langka dan keluarganya menghadapi berbagai masalah sehingga menurunkan kualitas dan harapan hidup pasien berserta keluarganya Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia hadir bagi para penderita juga keluarga yang memiliki penyakit langka. Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia merupakan organisasi non-profit yang diresmikan pada bulan Maret 2016. Yayasan ini terbentuk setelah diselenggarakannya “Indonesia Rare Disease Day” untuk pertama kalinya pada tanggal 29 Febuari 2016. Yayasan in...